Senin, 31 Oktober 2011

ILMU BUDAYA DASAR 6


Manusia dan Penderitaan

          Dalam kehidupan di dunia Tuhan memberikan sisi kehidupan yang adil, ada kebahagian, ada cinta kasih antar sesama, dan pasti ada sisi pahit juga yaitu penderitaan. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta “Drha” artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau pun batin. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energy untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

          Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan risiko hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahgiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan  penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar atau tidak mamalingkan dari-Nya. Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan. Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku-liku kehidupan manusia. Bagaimana manusia menghadapi penderitaan dalam hidupnya ? penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi secara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya. Sedangkan penderitaan psikis, penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yag dihadapinya.

          Dalam penderitaan terdapat beberapa unsur, salah satunya siksaan. Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat yang timbul dari siksaan adalah penderitaan. Siksaan yang dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi dan banyak dibaca di berbagai media masa. Bahkan kadang-kadang ditulis di halaman pertama dengan judul huruf besar, kadang-kadang disertai gambar si korban. Berita mengenai siksaan kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah media masa harian ibu kota pada halaman pertamanya berisi sebagian besar mengenai siksaan, pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, perampokan, dan sebagai lainnya yang menjadi bagian dari siksaan.

          Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian, dan ketakutan. Kembimbangan yang dimaksud merupakan yang dialami oleh seorang ibu jika ia suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Kesepian adalah hal dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walau pun dia berada di dalam lingkungan yang ramai. Dan ketakutan adalah bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai Phobia (ketakutan yang berlebihan)

          Banyak hal yang bisa menyebabkan katakutan, antara lain Agoraphobia yaitu ketakutan yang disebabkan seseorang berada di tampat terbuka. Gamang, yaitu merupakan ketakutan bila seseorang berada di ketinggian. Kegelapan, yaitu merupakan suatu ketakutan seseorang bila dia berada di tempat yang gelap. Kagagalan merupakan ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang dijalankan akan mengalami kegagalan.

          Penderitaan juga bisa karena kekalutan mental, kelalutan mental dalam ilmu psikologi dikenal sebagi penderitaan batin. Secara lebih sederhana, kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuannya seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar. Penyebab-penyebab yang dapat menimbulkan kekalutan mental, antara lain kepribadian yang lemah akbat kondisi dan rohani yang kurang sempurna sehingga timbul rasa rendah dalam dirinya, dan dapat menghancurkan mentalnya. Yang kedua terjadinya konflik social budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat. Dan yang terakhir panyebab kekalutan mental adalah cara pematangan batin, yaitu yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan social.

          Penderitaan dan perjuang, setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat maupun ringan. Penderitaan adalah hal yang kodrati bagi setiap insan manusia di dunia. Manusia adalah mahluk yang berbudaya, dengan budaya itu dia berusaha mengatasi penderitaan itu semaksimal mungkin. Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup caranya ialah berjuang menghadaoi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat luas, berwaspada, dan di sertai dengan doa kepada Tuhan agar terhindar dari segala malapetaka.

          Penderitaan dan sebab-sebabnya, sebab-sebab timbulnya penderitaan ada beberapa yang dapat dijelaskan, antara lain :
a.     Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia, maksudnya penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesame manusia dan hubungn manusia dengan alam sekitarnya.
b.     Penderitaan yang timbul akibat penyakit, siksaan, atau azab Tuhan, maksudnya penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit penyakit dan siksaan atau azab Tuhan. Namun, kesabaran, ketawakalan, dan sifat  optimis merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.

Pengaruh penderitaan adalah hal yang paling menyakitkan bagi setiap manusia. Manusia yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh yang bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul akibat dapat berupa berupa sikap positif atau pun sikap negative.sikap positif yaitu sikap tetap beroptimisme dalam mengatasi berbagai penderitaan hidup, mengambil pemikiran bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap negatifnya yaitu sebuah rasa penyesalan karena tidak bahagia, rasa kecewa, putus asa, dan ingin bunuh diri.
         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar