Senin, 31 Oktober 2011

ILMU BUDAYA DASAR 2


Manusia dan Kebudayaan Dasar


            Kita telah mengetahui definisi, tujuan ilmu budaya dasar, beserta ruang lingkupnya juga, dan sekarang kita akan membahas hubungan antara manusia dan kebudayaan. Manusia dan kebudayaan pada dasarnya sangat berhubungan erat antara sama dengan yang lain. Manusia di dunia ini memegang peranan unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusia dinilai sebagai kumpulan-kumpulan dari berbagai partikel atom yang membentuk banyak system jaringan tubuh yang dimiliki oleh manusia.

            Dalam ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan. Dan dari setiap dasar-dasarnya manusian mendapat dua pandangan yang bisa dijadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsure-unsur yang membangun manusia.

1. Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :
a. Jasad yaitu badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan dilihat serta menempati ruang dan waktu.

b. Hayat yaitu mengandung unsur hidup yang ditandai gerak dari si badan manusia.

c. Ruh yaitu jiwa yang berikan oleh sang Maha Kuasa ke badan si manusia sejak di kandungan, bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran.

d. Nafs yaitu dalam pengertian diri atau pengakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.

2. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur :
a. Id, merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak nampak. Id merupakan energi psikis yang merupakan cirri alami yang irrasional, yang secara tidak instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingtual yang harus dipenuhi baik secara langsung atau pun secara tidak langsung melalui mimpi atau khayalan.

b. Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang sangat berbeda dengan Id, sering disebut dengan kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam hubungan sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain. Perkembangan Ego terjadi pada usia satu tahun dan dua tahun. Ego diatur oleh prinsip realitas dan mengatur tingkah laku sehingga dorongan instingtual Id dapat dipuaskan dengan cara yang dapat diterima.

c. Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul ketika pada usia lima tahun. Superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi, superegomerupakan kesatuan standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri. Superego pula menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan kontrol diri melalui system imbalan dan hukuman yang terintemalisasi.


Manusia hidup di dunia mempunyai hakekat berkehidupan, dan beberapa ini adalah hakekat manusia :
  1. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh, tubuh yang berwujud konkrit (nyata) yang bisa disentuh, diraba, dilihat, dan dirasa namun tidak hidup abadi di dunia. Dalam tubuh manusia juga terdapat jiwa yang abadi yang tidak dapat disentuh, tidak dapat diraba, dan tidak dapat dilihat oleh kasat mata.
  2. Manusia adalah mahluk yang paling sempurna jika dibandingkan dengan mahluk yang lainnya, kesempurnaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi dengan akal pikir, perasaan, serta kehendak yang terdapat dalam jiwa manusia.
  3. Manusia mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi. Sebagai mehluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi (faal), biokimia, psikobiologi, genetika, dan lain-lain. Sebagai mahluk budayawi dapat dipelajari dari segi-segi kemasyarakatan, kekerabatan, hubungan antar sosial, kesenian, ekonomi, bahasa, dan lain-lain.
             Kebudayan oleh beberapa masyarakat dinilai sebagai sesuatu yang superorganik, karena kebudayaan yang turun temurun dari generasi ke generasi hidup terus. Kebudayaan juga berbentuk kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan juga dinilai sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

            Kebudayaan memiliki unsur-unsur, termasuknya tujuh unsure universal :
1.      Sistem religi (system kepercayaan)
Merupakan produk manusia sebagai homo religious.
2.      Sistem organisasi kemasyarakatan
Merupakan produk manusia sebagai homo socius.
3.      Sistem pengetahuan
Merupakan produk manusia sebagai homo sapien.
4.      Sistem mata pencaharian dan system-sistem ekonomi
Merupakan produk manusia sebagai homo economicus.
5.      Sistem teknologi dan peralatan
Merupakan produk manusia sebagai homo faber.
  6.   Bahasa
            Merupakan produk manusia sebagai homo longuens.
7.      Kesenian
Merupakan produk manusia sebagai homo aesteticus.

Kebudayaan mempunyai bentuk perwujudan, dimensi perwujudan itu ada tiga. Yang pertama, berupa kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia. Wujud ini disebut sistem budaya yang bersifat abstrak atau tidak jelas bentuk nyatanya seperti apa, tidak dapat dilihat hanya sanggup dipikirkan oleh manusia-manusia yang menganutnya.

Yang kedua, berupa kompleks aktivitas manusia yang saling berinteraksi dan bersifat konkrit, bentuknya nyata, dapat diamati dan diobservasi. Wujud ini sering disebut sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi, dan bergaul.
Dan yang ketiga, kompleks wujud sebagai benda, merupakan interaksi manusia yang tidak lepas dari berbagai bentuk benda atau pun berbagai peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya. System kebudayaan ini disebut dengan kebudayaan fisik, benda yang terwujud mulai dari benada diam (barang mati) sampai pada benda yang bergerak (barang yang bisa dihidupkan).

Kaitan manusia dan kebudayaan dapat dijelaskan dengan cara sederhana, yaitu manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan oleh manusia. Dalam sosiologi, manusia dan kebudayaan dinilain sebagai dwitunggal yang bermaksud walau pun keduannya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan manusia menciptakan kebudayaan dan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaanlah mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya.

Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya salaing terkait satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap, yaitu :
1.                          Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia.
2.                          Obyektivitas, yaitu merupakan proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektiv, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosial akan mempengaruhi bahkan membentuk perilakui manusia.
3.                          Internalisasi, yaitu merupakan proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali kemasyarakatan sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.

Apabila manusia lupa bahwa masyarakat adalah ciptaan manusia, maka dia akan menjadi terasing dan tereleminasi. Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lain membedakan mana yang lebih awal muncul manusia dan kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya  harus menyertakan pembatas masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebuh cermat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar