Senin, 31 Oktober 2011

ILMU BUDAYA DASAR 6


Manusia dan Penderitaan

          Dalam kehidupan di dunia Tuhan memberikan sisi kehidupan yang adil, ada kebahagian, ada cinta kasih antar sesama, dan pasti ada sisi pahit juga yaitu penderitaan. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta “Drha” artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau pun batin. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energy untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

          Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan risiko hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahgiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan  penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar atau tidak mamalingkan dari-Nya. Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan. Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku-liku kehidupan manusia. Bagaimana manusia menghadapi penderitaan dalam hidupnya ? penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi secara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya. Sedangkan penderitaan psikis, penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yag dihadapinya.

          Dalam penderitaan terdapat beberapa unsur, salah satunya siksaan. Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat yang timbul dari siksaan adalah penderitaan. Siksaan yang dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi dan banyak dibaca di berbagai media masa. Bahkan kadang-kadang ditulis di halaman pertama dengan judul huruf besar, kadang-kadang disertai gambar si korban. Berita mengenai siksaan kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah media masa harian ibu kota pada halaman pertamanya berisi sebagian besar mengenai siksaan, pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, perampokan, dan sebagai lainnya yang menjadi bagian dari siksaan.

          Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian, dan ketakutan. Kembimbangan yang dimaksud merupakan yang dialami oleh seorang ibu jika ia suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Kesepian adalah hal dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walau pun dia berada di dalam lingkungan yang ramai. Dan ketakutan adalah bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai Phobia (ketakutan yang berlebihan)

          Banyak hal yang bisa menyebabkan katakutan, antara lain Agoraphobia yaitu ketakutan yang disebabkan seseorang berada di tampat terbuka. Gamang, yaitu merupakan ketakutan bila seseorang berada di ketinggian. Kegelapan, yaitu merupakan suatu ketakutan seseorang bila dia berada di tempat yang gelap. Kagagalan merupakan ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang dijalankan akan mengalami kegagalan.

          Penderitaan juga bisa karena kekalutan mental, kelalutan mental dalam ilmu psikologi dikenal sebagi penderitaan batin. Secara lebih sederhana, kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuannya seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar. Penyebab-penyebab yang dapat menimbulkan kekalutan mental, antara lain kepribadian yang lemah akbat kondisi dan rohani yang kurang sempurna sehingga timbul rasa rendah dalam dirinya, dan dapat menghancurkan mentalnya. Yang kedua terjadinya konflik social budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat. Dan yang terakhir panyebab kekalutan mental adalah cara pematangan batin, yaitu yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan social.

          Penderitaan dan perjuang, setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat maupun ringan. Penderitaan adalah hal yang kodrati bagi setiap insan manusia di dunia. Manusia adalah mahluk yang berbudaya, dengan budaya itu dia berusaha mengatasi penderitaan itu semaksimal mungkin. Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup caranya ialah berjuang menghadaoi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat luas, berwaspada, dan di sertai dengan doa kepada Tuhan agar terhindar dari segala malapetaka.

          Penderitaan dan sebab-sebabnya, sebab-sebab timbulnya penderitaan ada beberapa yang dapat dijelaskan, antara lain :
a.     Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia, maksudnya penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesame manusia dan hubungn manusia dengan alam sekitarnya.
b.     Penderitaan yang timbul akibat penyakit, siksaan, atau azab Tuhan, maksudnya penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit penyakit dan siksaan atau azab Tuhan. Namun, kesabaran, ketawakalan, dan sifat  optimis merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.

Pengaruh penderitaan adalah hal yang paling menyakitkan bagi setiap manusia. Manusia yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh yang bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul akibat dapat berupa berupa sikap positif atau pun sikap negative.sikap positif yaitu sikap tetap beroptimisme dalam mengatasi berbagai penderitaan hidup, mengambil pemikiran bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap negatifnya yaitu sebuah rasa penyesalan karena tidak bahagia, rasa kecewa, putus asa, dan ingin bunuh diri.
         

ILMU BUDAYA DASAR 5


Manusia dan Keindahan

            Manusia yang hidup dengan cinta kasih terlihatlah sangat indah, namun apakah arti keindahan yang sesungguhnya ? Kata keindahan berasal dari kata indah yang berarti bagus, elok, molek, cantik, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, tatanan, suara, warna, dan sebagainya. Karena itu, keindahan dapat dikatakan bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, dimana pun dan kapan pun kita dapat manikmati keindahan.

            Keindahan beridentik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaiyang indah dan itu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti hal itu tidak indah. Karena itu lukisan bergambar Monalisa tidak indah, karena dasarnya sudah tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuhnya mengenai objek yang digunakan.

            Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang di dalamnya tercakup kebaikan. Plato misalnya, menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah. Sedangkan Aristoteles, merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebijakkan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya ‘symmetria’ untuk keindahan berdasarkan penglihatan (contoh pada karya pahat dan arsitektur) dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (music). Jadi, pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, dan keindahan intelektual.

            Filsuf pada era kini merumuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat antara penyerapan panca indra kita. Sebagian filsuf lain menghubungkan pengertian keindahan dengan ide kesenangan, yang merupakan sesuatu yang menyenangkan terhadap pengelihatan atau pendengaran. Filsuf abad pertengahan mengatakan, bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bila dilihat.

            Nilai Estetik dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa pengertian keinadahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut NILAI ESTETIK. Dalam nilai estetik terdapat tanggapan adanya nilai subyektif dan nilai obyektif, atau ada yang membedakan nilai persorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai ekstrinsik dan nilai instrinsik.

            Nilai ekstrensik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau saran untuk sesuatu hak lainnya, yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuan. Atau pun demi kepentingan benda itu sendiri. Contoh :
1.      Bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut sebgai nilai ekstrinsik. Sedangkan, pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui puisi itu disebut nilai instrinsik.
2.      Terian Damarwulan-Minakjinggo suatu tarian yang halus dan kasar dengan segala mecam jenis pakaian dan gerak-geriknya. Tarian itau merupakan nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.

      Keindahan menurut pandangan romantic mengatakan, bahwa sesuatu yang indah adalah sebuah keriangan selama-lamanya, kemolekannya bertambah, dan tidak pernah berlalu hingga kepunahan. Dari sini kita mengetahui bahwa keindahan hanyalah sebiuah konsep yang baru berkomunikasi setelah mempunyai bentuk. Karena itu pandangan romantic tersebut tidak mengatakan langsung mengenai keindahan, melainkan hanya sesuatu yang indah.

      Renungan berasal dari kata renung, artinya dalam diam sedang memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan sangat mendalam dalam pikirannya. Renungan adalah hasil dari merenung, merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori, teori tersebut adalah :
1.      Teori pengungkapkan, merupakan dalil dari teori ini adalah “Art is an ekspression of human feeling” yang berarti seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan menusia. Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.
2.      Teori metafisik, merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan, dan teori seni. Ini semua metafisika yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita Ilahi, pada taraf rendah terdapat realita duniawi.
3.      Teori psikologis, merupakan teori-teori matefisis dari para filsuf yang bergerak di atas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis.

ILMU BUDAYA DASAR 4


Manusia dan Cinta Kasih

            Dalam pembuatan seni dibutuhkan rasa penuh cinta agar saat seni itu bisa dicintai oleh penikmatnya. Maka dari itu pengertian cinta kasih menurut kamus umum bahasa Indonesia cinta dapat diartikan rasa sangat suka atau rasa sayang, rasa sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih dapat diartikan perasaan sayang atau perhatian kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih diartikan sebagai rasa kasih sayang kepada seseorang atau ke sesuatu yang lainnya yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

            Walaupun cinta dan kasih mempunyai arti yang hampir sama, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Cinta mempunyai arti yang sangat mendalam, sedangkan kasih adalah ungkapan dari timbulnya si cinta tersebut. Dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.

            Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan pernikahan, pembentukkan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungannya yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan iklas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegang teguh pada syariat-Nya.

            Pengertian tentang cinta dapat dikatakan bahwa cinta memiliki tiga unsur, yaitu keterikatan, keintiman, dan kamesraan. Yang dimaksud keterikantan adalah adanya perasaan hanya ingin bersama dia, segala prioritas untuk dia. Keintiman adalah kebiasaa-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi (lekat). Kemesraan adalah adanya rasa ingin membelai atau dibelai, ada rasa rindu bila sedang berjauhan, adanya ucapan yang mengungkapkan rasa sayang.

            Pada setiap pasangan manusia ketiga unsur cinta tadi tidak selalu ada dengan derajat yang sama, ini dikarenakan sifat-sifat dasar si manusia juga. Terkadang ada yang keterikatannya sangat kuat, tapi keintiman atau kemesraannya kurang. Cinta yang seperti itu terdapat rasa kesetiaan yang sangat erat dan kecemburuannya besar, namun yang dirasakan oleh pasangannya hubungan yang terjalin terasa hambar dan dingin karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan oleh kemesraan dan keintiman.

            Hikamah cinta itu sangat besar, hanya manusia yang telah diberi kefahaman dan kecerdasan oleh Tuhan yang mampu merenungkannya. Diantaranya adalah :
  1. Cinta itu merupakan ujian yang berat dan pahit dalam kehidupan manusia karena di dalam setiap cinta akan mengalami berbagai cobaan dan rintangan. Segala rintangan dan cobaan akan terasa berat dan merasa bahwa Tuhan adil apabila manusia belum dapat memahami makna cinta yang sesungguhnya.
  2. fenomena cinta yang telah melekat di dalam jiwa manusia merupakan pendorong dan pembangkit yang paling besar di dalam melestarikan kehidupan lingkungan. Jika bukan karena cinta, tentu manusia tidak dapat terdorong gairah hidupnya untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan.
  3. cinta merupakan factor utama di dalam kehidupan manusia. Cinta merupakan modal utama di dalam mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan yang tersimpan di dalam keindahan alam, kehidupan dan kemanusiaan. 
  4. anugrah cinta jika kita perhatikan merupakan pengikat yang paling kuat di dalam hubungan antara anggota keluarga, kerukunan masyarakat, mengasihi sesame mahluk hidup, mempertahankan keamanan, ketentraman, dan keselamatan di segala penjuru bumi. Cinta merupakan benih-benih dari segala kasih dan sayang, dan segala bentuk persahabatan, dimana pun adanya.
   Cinta menurut Agama berhubungan dengan pendapat cinta lebih mudah terpahami dengan mudah ketika cinta tidak terkaitan dengan agama. Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk, terkadang seseorang mencintai dirinya sendiri, terkadang mencintai orang lain, atau pun mencintai istri dan anaknya, mencintai hartanya, atau mencintai Tuhan dan Rasul-Nya.
a.              Cinta diri berkaitan erat dengan dorongan menjaga diri, ia pun mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikkan kepada dirinya. Namun, hendaknya cinta manusia pada dirinya tidak terlalu berlebihan dan melampaui batas.
b.              Cinta kepada sesama manusia, agar manusia dapat hidup penuh dengan keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya. Ia harus membatasi cintanya pada dirinya sendiri dan egoismenya. Cinta yang dirasa tidak boleh secara berlebihan karena Tuhan sangat tidak menyukai apa pun yang berlebihan.
c.              Cinta seksual, cinta yang tumbuh dasar dari perasaan natural diri yang ingin terpenuhi. Karena cinta seksual yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang dengan adanya keintiman dan kemesraan. Dalam agama, cinta seksual tanpa restu atau tidak diikat atas nama Tuhan itu disebut hubungan yang haram.
d.              Cinta kebapakan, mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan fisiologi seperti yang menghubungkan sang ibu dengan anak-anaknya. Para ahli ilmu jiwa menyimpulkan bahwa hubungan ayah dengan anak-anaknya merupakan dorongan psikis. Ayah sering berdoa dengan untuk keselamatan jalan hidup keluarganya dan anak istrinya.
e.              Cinta kepada Tuhan, puncak cinta manusia yang paling spiritual ialah cinta kepada Tuhan dan kerinduan kepada-Nya. Tidak hanya dalam beribadah, atau berdoa saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya sehari-hari.
f.                Cinta kepada Rasul, Rasul yang diutus oleh sang Maha Kuasa sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta. Menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada sang Maha Kuasa.

            Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta dari manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhannya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti nilai, dan makna kehidupan yang sebenarnya.

            Dalam cinta kasih terdapat belas kasih yang diperjelas dalam tiga macam. Yang pertama cinta agape ialah cinta manusia kepada Tuhan. Yang kedua cinta philia ialah cinta kepada ayah bunda (orang tua) dan sanak saudara. Dan yang ketiga adalah cinta amor/eros ialah cinta antara pria dan wanita.
       
           Sesungguhnya manusia hidup di dunia semua mempunyai rasa cinta dan kasih sayang, mereka mempunyai cinta kasih untuk mendapatkan kehidupan yang nyaman, aman, dan merasa tentram antara satu dengan yang lainnya.

ILMU BUDAYA DASAR 3


Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan


            Seni termasuk sastra memegang peranan penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan bukannya formalasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama. Seni sangat me-megang peran penting, karena nilai-nilai kemanusiaan yang disampaikannya normative.

            Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi. Sastra juga didukung oleh cerita, dengan cerita orang lebih mudah tertarik dan dengan cerita orang lain lebih mudah mengemukakan gagasan-gagasan dalam bentuk yang tidak normative.

            Ilmu Budaya Dasar yang berhubungan dengan Prosa. Istilah prosa banyak padanannya, kadang-kadang disebut narrative fiksi, prosa fiksi, atau hanya fiksi saja. Dalam bahasa Indonesia istilah-istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau kisah prosa yang mempunyai pemain, watak pemain, cerita peristiwanya, dan alur ceritanya yang dihasilkan oleh daya khayal (imajinasi).

Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, novel, atau cerita pendek.
Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru. Prosa lama, meliputi dongeng-dongeng, hikayat, sejarah, cerita pelipur lara. Sedangkan prosa baru meliputi cerita pendek, roman atau novel, biografi, kisah, dan otobiografi.

            Selain itu Ilmu Budaya Dasar juga dapat dihubungkan dengan Puisi. Pembahasan puisi dalam membahas IBD tidak akan diarahkan pada tradisi pendidikan, pengajaran sastra, dan apresiasinya yang murni. Puisi dipakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok-pokok bahasan yang terdapat di dalam Ilmu Budaya Dasar.

            Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang dari kebudayaan. Jika diberi pembatas, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan menusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic dan estetik, yang secara padu dan utuh kata-katanya.

            Alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada peerkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia, maksudnya penyampaian dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan”. Ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasarnya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas.

2. Hubungan berpuisi dengan kesadaran individual, yaitu dengan membaca puisi, mahasiswa dapat diajak untuk dapat melihat atau merasakan hati dan pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam hati manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang.

3. Hubungan puisi dengan kesadaran sosial, yaitu puisi juga memeberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang terlibat dalam pembicaraan omong kosong dan permasalahan sosial. Secara imaginative puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang berupa penderitaan atas ketidak adilan, perjuangan untuk kekuasaan, konflik dengan sesamanya, serta pemberontakan terhadap hokum Tuhan.

Kesusastraan sangatlah berhubungan erat kebudayaan, karena budaya yang berhubungan dengan kehidupan manusia yang melampiaskan berbagai ekspresi diri ke dalam semua cabang seni salah satunya adalah sastra. Dan karena sastra juga, manusia bisa meluapkan semua apa yang dirasanya.

ILMU BUDAYA DASAR 2


Manusia dan Kebudayaan Dasar


            Kita telah mengetahui definisi, tujuan ilmu budaya dasar, beserta ruang lingkupnya juga, dan sekarang kita akan membahas hubungan antara manusia dan kebudayaan. Manusia dan kebudayaan pada dasarnya sangat berhubungan erat antara sama dengan yang lain. Manusia di dunia ini memegang peranan unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusia dinilai sebagai kumpulan-kumpulan dari berbagai partikel atom yang membentuk banyak system jaringan tubuh yang dimiliki oleh manusia.

            Dalam ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan. Dan dari setiap dasar-dasarnya manusian mendapat dua pandangan yang bisa dijadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsure-unsur yang membangun manusia.

1. Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :
a. Jasad yaitu badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan dilihat serta menempati ruang dan waktu.

b. Hayat yaitu mengandung unsur hidup yang ditandai gerak dari si badan manusia.

c. Ruh yaitu jiwa yang berikan oleh sang Maha Kuasa ke badan si manusia sejak di kandungan, bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran.

d. Nafs yaitu dalam pengertian diri atau pengakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.

2. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur :
a. Id, merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak nampak. Id merupakan energi psikis yang merupakan cirri alami yang irrasional, yang secara tidak instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingtual yang harus dipenuhi baik secara langsung atau pun secara tidak langsung melalui mimpi atau khayalan.

b. Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang sangat berbeda dengan Id, sering disebut dengan kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam hubungan sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain. Perkembangan Ego terjadi pada usia satu tahun dan dua tahun. Ego diatur oleh prinsip realitas dan mengatur tingkah laku sehingga dorongan instingtual Id dapat dipuaskan dengan cara yang dapat diterima.

c. Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul ketika pada usia lima tahun. Superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi, superegomerupakan kesatuan standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri. Superego pula menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan kontrol diri melalui system imbalan dan hukuman yang terintemalisasi.


Manusia hidup di dunia mempunyai hakekat berkehidupan, dan beberapa ini adalah hakekat manusia :
  1. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh, tubuh yang berwujud konkrit (nyata) yang bisa disentuh, diraba, dilihat, dan dirasa namun tidak hidup abadi di dunia. Dalam tubuh manusia juga terdapat jiwa yang abadi yang tidak dapat disentuh, tidak dapat diraba, dan tidak dapat dilihat oleh kasat mata.
  2. Manusia adalah mahluk yang paling sempurna jika dibandingkan dengan mahluk yang lainnya, kesempurnaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi dengan akal pikir, perasaan, serta kehendak yang terdapat dalam jiwa manusia.
  3. Manusia mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi. Sebagai mehluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi (faal), biokimia, psikobiologi, genetika, dan lain-lain. Sebagai mahluk budayawi dapat dipelajari dari segi-segi kemasyarakatan, kekerabatan, hubungan antar sosial, kesenian, ekonomi, bahasa, dan lain-lain.
             Kebudayan oleh beberapa masyarakat dinilai sebagai sesuatu yang superorganik, karena kebudayaan yang turun temurun dari generasi ke generasi hidup terus. Kebudayaan juga berbentuk kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan juga dinilai sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

            Kebudayaan memiliki unsur-unsur, termasuknya tujuh unsure universal :
1.      Sistem religi (system kepercayaan)
Merupakan produk manusia sebagai homo religious.
2.      Sistem organisasi kemasyarakatan
Merupakan produk manusia sebagai homo socius.
3.      Sistem pengetahuan
Merupakan produk manusia sebagai homo sapien.
4.      Sistem mata pencaharian dan system-sistem ekonomi
Merupakan produk manusia sebagai homo economicus.
5.      Sistem teknologi dan peralatan
Merupakan produk manusia sebagai homo faber.
  6.   Bahasa
            Merupakan produk manusia sebagai homo longuens.
7.      Kesenian
Merupakan produk manusia sebagai homo aesteticus.

Kebudayaan mempunyai bentuk perwujudan, dimensi perwujudan itu ada tiga. Yang pertama, berupa kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia. Wujud ini disebut sistem budaya yang bersifat abstrak atau tidak jelas bentuk nyatanya seperti apa, tidak dapat dilihat hanya sanggup dipikirkan oleh manusia-manusia yang menganutnya.

Yang kedua, berupa kompleks aktivitas manusia yang saling berinteraksi dan bersifat konkrit, bentuknya nyata, dapat diamati dan diobservasi. Wujud ini sering disebut sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi, dan bergaul.
Dan yang ketiga, kompleks wujud sebagai benda, merupakan interaksi manusia yang tidak lepas dari berbagai bentuk benda atau pun berbagai peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya. System kebudayaan ini disebut dengan kebudayaan fisik, benda yang terwujud mulai dari benada diam (barang mati) sampai pada benda yang bergerak (barang yang bisa dihidupkan).

Kaitan manusia dan kebudayaan dapat dijelaskan dengan cara sederhana, yaitu manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan oleh manusia. Dalam sosiologi, manusia dan kebudayaan dinilain sebagai dwitunggal yang bermaksud walau pun keduannya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan manusia menciptakan kebudayaan dan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaanlah mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya.

Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya salaing terkait satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap, yaitu :
1.                          Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia.
2.                          Obyektivitas, yaitu merupakan proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektiv, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosial akan mempengaruhi bahkan membentuk perilakui manusia.
3.                          Internalisasi, yaitu merupakan proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali kemasyarakatan sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.

Apabila manusia lupa bahwa masyarakat adalah ciptaan manusia, maka dia akan menjadi terasing dan tereleminasi. Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lain membedakan mana yang lebih awal muncul manusia dan kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya  harus menyertakan pembatas masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebuh cermat.

Jumat, 28 Oktober 2011

ILMU BUDAYA DASAR

ILMU BUDAYA DASAR


Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar merupakan mata kuliah yang membahas dasar-dasar permasalahan manusia dalan kehidupan sehari-hari. Entah itu masalah perasaannya, masalah dengan lingkungan sekitarnya, ataupun masalah yang menyangkut dengan adat budaya. Mata kuliah ini sangat mencakup luas dan tidak akan ada habisnya saat membahas masalah-masalah dalam kehidupan manusia.

Diharapkan kepada mahasiswa-mahasiswi untuk dapat menerapkan konsep-konsep yang dipelajari dimata kuliah IBD ini, konsep dasar yang menyangkut kepada nilai sikap moral disekeliling lingkungannya, entah itu lingkungan perkuliahan, lingkungan bergaul dengan teman-teman, lingkungan keluarga, ataupun lingkungan masyarakat luas. Dan diharapkan pula dengan mendapatkan mata kulian IBD ini, para mahasiswa-mahasiswi dapat pengetahuan yang luas dalam merangkai kata-kata yang baik di dalam pergaulannya sehari-hari di lingkungan sekitarnya, agar tidak terjadi salah paham karena salah merangkai kata-kata.

Selain itu pula diharapkan saat menerapkan mata kuliah ini, mahasiswa-mahasiswi dapat memperlihatkan minatnya serta berfikir tentang apa saja yang terjadi disekitar lingkungannya dan di luar lingkungannya yang belum dia tahu, serta menerjemahkan apa yang dikerjakannya dan mengapa ia harus mengerjakan itu. Bersedia berfikir dengan hati yang terbuka tentang nilai-nilai yang dianutnya apakah itu semua dapat dibenarkan untuk dirinya sendiri atau tidak, dan keberanian secara moral untuk mempertahankan atas kebenaran nilai-nilai yang dianutnya.

          Ilmu Budaya Dasar sebagai sebagian dari Mata Kuliah Dasar Umum, maksudnya mata kuliah IBD ini merupakan mata kuliah wajib yang harus dan mesti diberikan kepada mahasiswa-mahasiswinya di semua perguruan tinggi yang bertujuan untuk menghasilkan mahasiswa-mahasiswi yang berkualitas baik sebagai warga negara saat sudah sarjana nanti. Warga negara yang mempunyai jiwa pancasila sehingga keputusannya dan tindakannya mencerminkan nilai-nilai pansila, serta berintegritas yang tinggi. Bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya yang dianut, dan memiliki tenggang rasa dan saling menghormati menghargai terhadap pemeluk agama lain.

          Memiliki wawasan bergaul yang luas yang tidak terbatas dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan kehidupan, baik sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun pertahanan keamanan. Serta memiliki wawasan budaya luas tentang kehidupan bermasyarakat, baik secara bersama-sama maupun berperan serta dalam meningkatkan kualitasnya.

          Ilmu Budaya Dasar secara sederhana dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan dasar dan pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah ilmu budaya dasar berkembang di Indonesia untuk menggantikan istilah Basic Humanities. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu Humanus yang berarti manusia, berbudaya, dan halus. Dengan demikian dapat diartikan bahwa The Humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia yaitu Homo Humanus (manusia berbudaya), mereka harus mempelajari tentang perkembangan si manusia itu sendiri.

Kelompok-kelompok pengetahuan budaya tersebut terkelompokan dalam kelompok tiga besar, yang pertama Ilmu-ilmu Alamiah (natural science), yaitu ilmu yang bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta dengan menggunakan metode ilmiah untuk mengkajinya, caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku yang berkaitan dengan keteraturan tersebut lalu dibuat analisis, dan hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan, lalu dibuat prediksi. Yang termasuk ilmu-ilmu alamiah ialah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, dan mekanik.

Yang kedua yang termasuk kelompok pengetahuan Budaya adalah Ilmu-ilmu Sosial (social science), yang dimaksud dengan tersebut ialah ilmu yang bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia, metode yang digunakan adalah metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Namun, hasil yang diberikan belum tentu sepenuhnya benar, mungkin hanya mendekati atau hampir benar, hal ini dikarenakan hubungan antar manusia itu tidak dapat berubah dari satu waktu ke waktu. Kelompok ilmu-ilmu sosial adalah ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, dan lain-lain.

Dan Pengetahuan Budaya (the humanities) adalah kelompok ketiga besar yang masuk dalam kelompok-kelompok pengetahuan budaya. Yang bertujuan memahami dan mencari arti dari kenyataan besar yang bersifat manusiawi. Kelompok tiga ini menggunakan metode pengungkapan peristiwa dan pernyataan yang bersifat unik lalu diartikan. Metode ini sedikit dipengaruhi dari metode ilmiah, walaupun sebenarnya metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah.

Ilmu Budaya Dasar yang telah dituliskan di atas bertujuan untuk mengusahakan yang dapat memberikan pemahaman dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk menggali dan disajikan masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dan ilmu budaya dasar ini, sebenarnya tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa-mahasiswi yang bersekolah di perguruan tinggi, namun untuk semua kalangan. Karena pada dasarnya ilmu budaya perlulah semua orang dapat mempelajarinya. Hanya saja yang besar dari mereka mempelajari ilmu dasar ini, cara mendapatkannya yaitu dari perguruan tinggi.

Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mahasiswa lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru diketahuinya (asing), diharapkan memberi pendangan yang lebih luas pada mahasiswa tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan budaya kritis mereka terhadap persoalan yang menyangkut manusiaan dan budaya tersebut.

Selain itu mahasiswa-mahasiswi diharapkan dapat mengusahakan sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara, ahli dalam bidang disiplin masing-masing sehingga tidak jatuh ke dalam sifat kedaerahan dan perkotaan yang ketat. Serta diharapkan dapat mengusahakan wahana komunikasi para akademis agar mereka lebih dapat berdialog dengan tata bahasa yang lebih bagus dan menarik.

Berhubungan dengan definisi dan tujuan dari dipelajarinya Ilmu Budaya Dasar, ilmu ini mempunyai ruang lingkup tersendiri. Dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, yaitu :
1.                         Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan pengetahuan budaya, baik dari segi penilaian keahlian masing-masing.

2.                         Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat. Dalam melihat dan menghadapi lingkungan alam, sosial, dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan yang ada, akan tetapi juga ketidaksamaan mereka ungkapkan secara langsung merasa tidak seragam.

Menilai, mempertimbangkan, dan manelaah kedua masalah pokok yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD tersebut di atas, manusia tidak sebagai subjek akan tetapi sebagai objek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, manusia dengan menusia, hubungan jelas dengan dirinya sendiri, nilai-nilai manusia, dan bagaimana hubungan manusia itu dengan Tuhannya.

Sehubung manusia adalah objek pengkajian pada mata kuliah IBD tersebut, terdapat delapan pokok bahasan yang beberapanya akan diperjelaskan :
1.     Manusia dan cinta kasih
2.     Manusia dan keindahan
3.     Manusia dan penderitaan
4.     Manusia dan keadilan
         5.     Manusia dan pandangan hidup 
6.     Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
7.     Manusia dan kegelisahan
8.     Manusia dan harapan

Kedelapan pokok bahasan di atas termasuk yang mencakup dalam pengetahuan budaya. Perwujudan apa yang dimaksud dengan manusia dan cinta kasih, dengan menilai dasar pada seni yang dilihatnya, atau musik yang dirasanya indah, dan begitu pun dengan pokok bahasan yang lainnya.

          Suatu karya mungkin dapat mengungkapkan lebih dari satu masalah. Pada cerita pendek misalnya, dapat mengungkapkan masalah percintaan, penderitaan, keadilan, dan pandangan hidup sekaligus. Ilmu Budaya Dasar bukan merupakan ilmu sastra, ilmu tari, ilmu musik, ilmu filsafat, ataupun ilmu lainnya. IBD hanya mempergunakan karya-karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk mendekati masalah-masalah kemanusiaan dan budaya.